Lombok Utara – Akademi Bisnis Lombok (AKBIL) melalui UPT Pusat Bahasa dan Urusan Internasional menyelenggarakan kegiatan Talk Series Internasional bertema Academic and Work Culture: Comparing Singapore & Indonesia. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari dua negara, yaitu Dr. Aishah Binti Mohammed dari AM and Co International Law Firm, Singapore, serta Dr. Asbah Ambalawi dari Universitas Muhammadiyah Mataram yang berlangsung di aula kampus AKBIL. Kamis, 11/2/2026.

Direktur AKBIL, Assoc. Prof. Dr. Syahrir, M.Pd., dalam sambutannya menekankan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda strategis internasionalisasi kampus. Ia menegaskan bahwa program ini tidak sekadar menjadi forum diskusi akademik, melainkan langkah konkret dalam membangun ekosistem pendidikan yang berorientasi global. “Internasionalisasi saat ini merupakan sebuah kebutuhan institusional, ia juga menjelaskan bahwa pembentukan UPT Pusat Bahasa dan Urusan Internasional diarahkan sebagai motor penggerak kolaborasi global, termasuk pengembangan kerja sama publikasi ilmiah dan kolaborasi jurnal bersama mahasiswa dari perguruan tinggi luar negeri,” Ujarnya.

Dalam sesi pemaparan, Dr. Aishah Binti Mohammed menguraikan perbedaan academic culture dan work culture antara Singapura dan Indonesia. Ia menjelaskan bahwa sistem pendidikan di Singapura sangat menekankan disiplin, critical thinking, serta kesiapan memasuki dunia profesional. Namun demikian, ia melihat Indonesia memiliki keunggulan pada aspek kreativitas dan kemampuan adaptasi. “Forum seperti ini berperan penting sebagai jembatan pemahaman lintas negara dan mengapresiasi langkah AKBIL dalam menghadirkan diskursus internasional,” Ungkapnya.
Sesi berbagi pengalaman turut menghadirkan mahasiswa internasional, di antaranya Abdul Karim dari Nigeria yang sedang mengikuti program exchange di Universitas Muhammadiyah Mataram. Ia mengungkapkan bahwa pengalaman belajar di Indonesia memberinya wawasan budaya yang kaya dengan lingkungan akademik yang ramah dan suportif. Ajez, mahasiswa exchange asal China di Unram, juga menyampaikan bahwa meskipun sempat mengalami culture shock, ia mampu beradaptasi dengan cepat dan merasa nyaman menjalani studi di Lombok.

Pada penutup kegiatan, Direktur AKBIL kembali menegaskan bahwa Talk Series ini dirancang untuk memperluas perspektif mahasiswa agar terbiasa berdialog dengan sudut pandang internasional, memahami standar global, serta termotivasi mengejar peluang akademik dan karier lintas negara. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kerja sama internasional AKBIL melalui program guest lecture, student mobility, dan joint research.









