AKBIL Jadi Objek Uji Petik Tata Kelola Perguruan Tinggi oleh Binus University


Lombok Utara – Akademi Bisnis Lombok (AKBIL) memperkuat upaya peningkatan mutu kelembagaan melalui kegiatan uji petik tata kelola perguruan tinggi yang dirangkaikan dengan presentasi pengembangan pembelajaran berbasis digital (e-learning). Kegiatan ini melibatkan tim akademisi dari Binus University dan berlangsung di ruang dosen AKBIL. Jumat, 17/04/2026.

Direktur AKBIL Assoc. Prof. Dr. Syahrir, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa penguatan tata kelola dan transformasi digital menjadi kebutuhan mendesak bagi perguruan tinggi di tengah dinamika pendidikan abad ke-21. Menurutnya, implementasi e-learning tidak hanya berfungsi sebagai alternatif pembelajaran, tetapi telah menjadi bagian integral dalam meningkatkan kualitas, akses, dan efisiensi pendidikan tinggi.

“Kami berkomitmen untuk terus berbenah, baik dari sisi tata kelola institusi maupun inovasi pembelajaran. Kehadiran tim dari Binus University menjadi momentum penting untuk melakukan refleksi dan perbaikan berkelanjutan,” ujarnya.

Sesi Foto Bersama

Kegiatan ini menghadirkan empat Tim Binus University, antara lain Prof. Dr. Lindrianasari, Dr. Muhammad Heykal, Dr. Setiani Putri Hendratno, dan Lusianah, M.Ak. Mereka memberikan evaluasi serta masukan strategis terkait pengembangan institusi.

Prof. Dr. Lindrianasari dalam paparannya menilai bahwa AKBIL menunjukkan perkembangan yang signifikan sejak awal berdiri hingga saat ini. Meski demikian, ia menekankan pentingnya penguatan sistem penjaminan mutu internal, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi dalam proses akademik.

“Perguruan tinggi harus mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan, terutama dalam hal digitalisasi pembelajaran dan tata kelola berbasis data,” ucapnya.

Sementara itu, Lusianah, M.Ak. memaparkan hasil uji petik tata kelola yang mencakup sejumlah aspek, seperti administrasi akademik, pengelolaan kurikulum, implementasi standar operasional prosedur (SOP), serta sistem penjaminan mutu. Ia menyebut bahwa secara umum AKBIL telah memiliki fondasi tata kelola yang baik, namun masih perlu penguatan pada aspek dokumentasi, digitalisasi sistem, dan evaluasi berkelanjutan.

Selain evaluasi tata kelola, kegiatan ini juga diisi dengan presentasi pengembangan e-learning kampus. Dalam sesi tersebut dibahas strategi implementasi Learning Management System (LMS), pengembangan konten pembelajaran digital, serta peningkatan kompetensi dosen dalam mengelola pembelajaran daring.

Diskusi berlangsung interaktif dengan melibatkan sivitas akademika AKBIL, yang memanfaatkan forum tersebut untuk menggali praktik terbaik dalam pengelolaan perguruan tinggi modern.

Kolaborasi antara AKBIL dan Binus University ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat daya saing institusi, sekaligus mendorong transformasi pendidikan tinggi yang lebih adaptif, inovatif, dan berorientasi pada mutu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *